Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Top 10 Games Which Change My Life

 

#10. Nexus – The Jupiter Incident (PC – 2004)

Sebagian orang pernah menanyakan, kenapa aku memilih bidang keilmuan yang relatif kurang ‘lazim’ dan kurang diminati orang pada umumnya, yaitu Meteorologi. Kau tau sebabnya kawan ?

OK. Aku mau membuat pengakuan. Semuanya berawal dari kesukaanku pada salah satu cabang ilmu fisika bernama Astronomi. Sejak kecil aku suka sekali mengamati langit, memandang bulan dan bintang gemintang sambil berpikir, mungkinkah ada kehidupan di kegelapan angkasa nan jauh di sana ? Bila ada seperti apa bentuknya ? Bisa nggak ya kita hidup di planet lain di tata surya dan lain sebagainya.

Lalu kenapa waktu kuliah dulu nggak ngambil jurusan astronomi ? Aku punya banyak alasan. Tapi salah satu alasan yang paling konyol adalah karena dulunya aku pikir meteorologi itu adalah bagian dari astronomi. Dan sampai sekarang pun, ketika cintaku pada ilmu meteorologi makin tumbuh dari hari ke hari, astronomi tetap mendapat tempat di dalam alam pikiranku. Bahkan mungkin pengetahuanku tentang astronomi sedikit lebih baik dari ilmu meteorologi itu sendiri …

Lha .. kok malah curcol ??? Back to topic !

 

Nexus, adalah game yang unik. Unik karena gameplaynya yang disebut Tactical Fleet Simulator (TFS) sedikit di luar kelaziman. Game ini sempat menyita perhatian, karena kualitas grafisnya yang aduhai. Tapi alasan utama Nexus ada dalam daftar ini, adalah karena tema yang diusung game ini. Coba tebak … yak, betul sekali ! Astronomi.

Aku sudah pernah mengulas game ini sebelumnya, jadi kalo mau tau lebih banyak tentang Nexus, silakan klik link ini.

Selain karena temanya, game ini juga sangat berkesan. Alasannya, game ini adalah salah satu hiburan di masa-masa pertama aku masuk dunia kerja. Waktu itu sempat tinggal di lokasi yang lumayan jauh dari keramaian, dan game inilah yang jadi pengisi hari-hari sepi itu emoticon.

#9. ALIENS (Arcade – 1990)

Masih ada hubungannya dengan astronomi. Alasan utama aku main game ini adalah karena film Aliens (1986) merupakan salah satu film sains fiksi favoritku.

 

Aku pertama kali bermain Aliens waktu kelas 1 STM, kurang lebih 14 tahun yg lalu. Waktu itu baru merantau ke Makassar, jauh dari orang tua dan harus hidup di tengah adat dan budaya baru. Game ini salah satu penghibur tiap kali kangen dengan kampung halaman. Dulu tiap kali mau main game ini di arcade (ding-dong), suka nyelinap pergi diam-diam supaya nggak ketahuan sama tante .. hahha emoticon

#8. Pro Wrestling (NES – 1986)

Balikpapan, dua puluh satu tahun lalu. Seorang bocah kelas dua SD mengajak seorang teman main ke rumahnya. Sang teman yang waktu itu baru pindah sekolah sangat senang mendapat teman baru. Apalagi ketika ditawari permainan unik, dengan alat berbentuk kotak, disambungkan ke TV, dan ada tulisan ‘Nintendo’ di atasnya. Hari itu adalah hari pertama sang teman, yg bernama Ardhi itu, berkenalan dengan dunia yang bernama ‘Video Game’. Hahahah …

   

Bukan Super Mario Bros, bukan Contra dan bukan pula Galaga, melainkan Pro Wrestling lah yang menjadi video game pertama yang pernah kumainkan. Game ini juga merupakan game bergenre fighting pertama yang kukenal.

Dulu suka banget pakai jagoan yang namanya The Amazon karena hobinya yang menggigit-gigit lawan tandingnya. Krauk .. krauk … such a memorable game … emoticon

#7. Prince of Persia (PC – 1989)

Waktu itu aku masih kelas 1 SMP. Si abah (ayah dalam bhs Banjar), kadang ngajak ke kantornya di hari libur. Di sana, perhatianku tertuju pada salah seorang teman abah yang bermain game yang keren, tapi unik. Unik karena jagoan dalam game ini senjatanya pedang, bukan pistol atau laser seperti game-game action di masa itu, macam Mega-man dll. Selain itu, aksi-aksi si jagoan juga luar biasa, seperti melompat, bergelantungan atau memanjat dinding. Belum pernah aku melihat game macam ini. Mulai hari itu, masa 3 tahun di SMP praktis didominasi oleh game yang bernama Prince of Persia ini.

 

Dua tahun kemudian, aku lulus SMP, malam terakhir di kampung halaman, malam terakhir sebelum berganti status jadi perantauan, aku menamatkan game ini. Waktu itu semua anggota keluarga ngumpul, termasuk almarhum Kaik (Kakek dalam bhs Banjar). Malam itu juga yang terakhir kali aku bisa bertemu mendiang Kaik, karena beliau meninggal empat bulan kemudian ketika aku sudah merantau ke Makassar. That’s why this game is so memorable … emoticon

Prince of Persia (POP) bukan sekedar game yang keren dari sisi grafis, tp juga luar biasa bagus untuk mengasah otak .. para maniak POP pasti setuju dengan pendapat ini .. oh iya, satu lagi, adu pedang dengan Jaffar di level terakhir mungkin salah satu adegan terbaik dalam game ini emoticon.

#6. PC-man (PC – 1982)

Haram hukumnya buat orang yang ngaku gamer, tp nggak tau dengan game yg namanya Pac-Man. Game ini luar biasa populer di era 80-an, dan merupakan salah satu game legendaris di masanya. PC-Man sendiri merupakan salah satu clone Pac-Man untuk versi IBM-PC. Tampilan PC-Man mirip dengan Pac-Man, cuman karena waktu itu kualitas grafis untuk PC masih pas-pasan, maka ada sebagian warna yang nggak sesuai dengan versi originalnya. Selain itu tampilan levelnya juga dirotasi 90 derajat dari versi aslinya.

  

Aku sendiri baru kenal dengan PC waktu kelas empat SD, dan PC-man adalah game PC pertama yang pernah kumainkan. Ada rasa ‘iba’ kalo ingat spek PC waktu itu : Intel 80386 dx, RAM 2 MB, DOS ! Tapi itu sudah termasuk luar biasa untuk zamannya. Dulu kalo main game ini, saudara-saudara sampe anak-anak tetangga biasanya pada duduk rapi di lantai sambil pasang tampang takjub ngeliat layar monitor VGA.

Sampe sekarang aku kadang-kadang main game ini via DOS-BOX emulator.

Special moment : ada sedikit glitch untuk level 1 dari game ini, di mana kita bisa melahap 4 hantu sekaligus … puas banget kalo dengar suara si PC-MAN nelan 4 hantu sekaligus …. ! emoticon

#5. Age of Empires (PC – 1997)

Ahh … AOE. Siapa yang nggak kenal dengan game ini ? AOE adalah salah satu game Real Time Strategi (RTS) terbaik sepanjang masa. Kualitas grafis yang luar biasa (pada pertengahan 90-an), ditambah gameplay menarik menjadi daya tambah untuk game ini. AOE adalah game RTS pertama yang pernah kumainkan.

 

OK. Pengakuan kedua.

Selain astronomi, aku juga sangat suka dengan ilmu sejarah. Waktu UMPTN dulu sempat ancang-ancang ambil jurusan sejarah/arkeologi kalo pilihan yang lain nggak keterima. Sekarang pun sebenarnya masih suka dengan hal-hal berbau sejarah, misalnya nonton film-film dokumenter tentang Piramid, Great Wonders of The World, Mumi dll. Jadi sebenarnya aku suka AOE karena temanya yang berhubungan dengan sejarah dunia.

Aku kenal game ini waktu observasi (PKL) di kampung halaman, tahun 1997 silam. Sejak itu, game-game bertema RTS termasuk dalam daftar game favoritku, misalnya Warcraft, Red Alert, Empire Earth dll. Masa-masa awal kuliahku sempat didominasi game ini dan keturunannya (AOE 2).

My favorite quote of this game : WOLOLO …. emoticon

#4. Counter Strike (PC – 2003)

Aku keterima di ITB tahun 1999, lulusnya tahun 2005. Enam tahun kuliah. Andaikan game ini nggak pernah kukenal, mungkin aku bisa lulus setahun lebih cepat .. hehhe …

Semuanya berawal sejak aku masuk salah satu lab di jurusan. Karena dana pengadaan PC untuk mahasiswa di lab terbatas (atau lebih tepatnya memang nggak ada anggaran untuk PC mahasiswa), maka dengan sangat berat hati, mahasiswa harus mempersiapkan PC untuk dirinya sendiri di lab.

 

Singkat cerita, seperti teman-teman lain di lab, aku pun memboyong PCku ke sana. Berhubung aktif di lab, maka seringkali aku harus makan tidur di lab juga. Dan sejak saat itulah, aku berkenalan dengan ‘dunia baru’ yang disebut Online Multi-Player Gaming.

‘Dunia baru’ ini biasanya dimulai ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat dan akan berakhir ketika fajar menyingsing. Seperti halnya sarang vampir di film-film horor, lab biasanya akan tenang dan relatif sunyi di siang hari dan akan mulai ramai dan penuh jeritan-jeritan penghuninya di malam hari. Para penghuni tersebut tak lain dan tak bukan adalah mahasiswa-mahasiswa yang ‘sibuk’ dengan game online, termasuk yg punya blog ini … emoticon

Counter Strike (CS) adalah game online pertama yg kumainkan, sekaligus merupakan salah satu alasan kenapa aku lulus telat. Tapi bukan berarti nggak ada efek positifnya. Sebagian besar kenalanku dari jurusan/fakultas lain aku dapat karena main game ini …. 

Fav quote of this game : FIRE IN THE HOLE !! emoticon

#3. Tekken 3 (Arcade – 1997)

Okay, akhirnya sampai juga ke tiga besar !

Ada dua alasan utama, kenapa Tekken berhak atas posisi no.3 dalam daftar nggak mutu ini :

  1. Game ini sering aku mainkan ketika mau ikut UMPTN tahun 1999 silam.
  2. Karena game ini pula aku nyaris DO dari ITB setahun kemudian.

Aku pertama kali main game ini waktu pertengahan 1999. Saat itu lagi musim UMPTN. Musim ujian kok malah main game ??? Waktu itu baru merantau ke Bandung. Beda dengan sebelumnya, aku yang  biasa tinggal numpang dengan keluarga, akhirnya resmi ngekos di daerah Taman Sari atas. Berhubung nggak ada keluarga di Bandung, ya … akhirnya tiap kali ada waktu luang aku main ke mall kayak BIP dan sekitarnya. Di sela kerumunan mojang-mojang cantik Bandung itulah, aku menemukan game ini. Ini adalah game pertama yang aku mainkan ketika merantau ke bumi parahyangan.

 

Waktu itu seingatku, aku main ke lantai 2 Plaza Dago. Tadinya aku kira Virtua Fighter (VF), eh ternyata bukan. Aku coba main, ternyata lebih enak dari VF. Selanjutnya, hampir tiap sore, selesai latihan soal UMPTN di bimbel, lanjut lagi ke latihan Tekken di Mall.

Sehari sebelum UMPTN aku masih sempat main game ini. Waktu itu, aku sempat ngomong dalam hati :

"Kalo aku bisa tamatkan game ini tiga kali berturut-turut, aku bisa lulus UMPTN".

Entah sugesti atau bukan, yang jelas hari itu untuk pertama kalinya aku bisa namatin game ini tiga kali berturut-turut, dan memang .. aku akhirnya lulus UMPTN sebulan kemudian.

Tapi sayangnya, game ini juga sempat bikin hancur tahun pertamaku di ITB. Saat itu lagi booming rental PlayStation (PS), dan gara-gara keseringan main Tekken di PS (waktu itu aku mungkin berhak dapat predikat master Tekken), kuliah jadi terlupakan. Padahal tahun-tahun pertama itu adalah masa-masa paling krusial ketika kuliah. Untungnya akhirnya bisa tobat dari kecanduan tekken, dan ‘kembali ke jalan yg benar’.

Anehnya, sampai sekarang pun, walaupun sudah nggak hapal jurus-jurusnya, tapi kalo sudah pegang stick (PS), tangan ini bisa ngeluarin jurus-jurus itu dengan sendirinya emoticon.

Kadang-kadang aku masih main Tekken 3 via PSX (PS emulator).

 

#2. Street Fighter 2 (Arcade – 1991)

Dari sekian banyak game yang pernah kumainkan, cuman ada sebagian kecil yang benar-benar tak habis dimakan waktu. Game-game ini, walaupun sudah tua, tapi nggak pernah bosan dimainkan sampai sekarang. Dalam hal ini, Street Fighter 2 (SF2) adalah yang terbaik. Walaupun bukan yang pertama, SF2 adalah game arcade (ding dong) favoritku semasa SD sampai SMP. Dulu, kalau pergi ke game center, bisa dipastikan game ini dulu yang pertama dimainkan.

 

Awalnya, aku kenal SF2 dari versi NES (Nintendo). Waktu itu kalo nggak salah karakternya cuma ada 4 : Ryu, Chunli, Guile & Zangief. Tapi yang benar-benar membuat ketagihan adalah versi arcadenya, semua jagoannya ada. Kayaknya game ini identik dengan mesin arcade pada masa itu. Semua game center paling nggak punya satu arcade SF2.

SF2 lah yang membuat aku suka dengan game bergenre fighting. Kalo nggak ada SF2, aku nggak akan pernah main Mortal Kombat, Tekken, Virtua Fighter dan lusinan game fighting lainnya. Berhubung game center sekarang sudah nyaris punah, aku biasa main SF2 via emulator seperti Mame atau WinKawaks.

And believe it or not, i have to play this game at least once a week ...

UNTIL NOW emoticon

OK. No.10 sampai no.2 sudah selesai diulas. Dan inilah sang juaranya.

 

#1. Pro Evolution Soccer 6 (PC – 2006)

Hahha … game ini lagi. Satu-satunya game sport dalam daftar ini, sekaligus juaranya.

Kayak nggak bosan-bosannya aja. Tapi, memang begitulah adanya. Bukannya mengecilkan arti game-game yang lain, tapi aku baru benar-benar merasakan apa yang dimaksud dengan ‘hidup’ itu, sejak pertama kali masuk ke dunia kerja. Dan dari semua game yang ada, sepertinya Pro Evolution Soccer 6 (PES6) adalah yang paling berpengaruh selama 5 tahun mencari nafkah di Jakarta.

 

Aku kenal game ini waktu pertama kali kerja, sekitar awal tahun 2006, dan sejak saat itu, aku masih nggak pernah  bosan main game ini sampai sekarang. Walaupun seri PES terus diperbaharui setiap tahun dengan peningkatan kualitas grafis dan gameplay, tapi tetap aja ujung-ujungnya aku balik lagi ke PES6.

Ada sesuatu yang beda dari game ini. Kalo aku bilang sih, AI-nya. Dari semua game, AI PES6 ini luar biasa menyebalkan. Menyebalkan karena susah dikalahkan. Saking menyebalkannya, sampai saat ini, tak kurang dari 3 keyboard yang hancur kugebrak gara-gara game ini. Yah habis mau gimana lagi … kadang-kadang AI PES6 suka curang, ada aja caranya supaya dia bisa menang, walaupun pada akhirnya si AI ini kalah juga. Rasanya puas luar biasa kalau bisa menang dari si AI. Dan kalo mau jujur, belum pernah ada game yang sukses bikin aku teriak-teriak histeris sendirian, selain game ini. Gila memang. AI yang menyebalkan tapi membuat ketagihan.

Tahun 2008 adalah yang paling parah. Parah dalam artian, aku kecanduan berat dengan game ini. Pernah dulu nggak tidur semalaman gara-gara PES6. Kerjaan jadi terbengkalai, kuliah nggak keurus, insomnia berkepanjangan dan yang paling parah, bodi melar nggak karuan. Berat badan naik sampai 120 kg cuma dalam waktu setahun. Untung pertengahan 2009 kemarin dapat ‘hidayah’ dan akhirnya ketagihan PES6 dapat dikurangi, walaupun nggak seluruhnya. Sampai sekarang PES6 kadang kumainkan, tapi paling lama juga dua jam, jarang lebih.

Walaupun lebih banyak sisi negatifnya, banyak pelajaran hidup yg kudapat dari game ini. Game ini juga yang menjadi inspirasiku untuk mendalami bidang AI yang sekarang jadi tema tesisku emoticon 

May 28, 2010 - Posted by | Games, Hobbies, Thought and Opinion

2 Comments »

  1. nice,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, main ah

    Comment by faza | June 6, 2010 | Reply

  2. lengkap bgt…

    Comment by diki | August 16, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: