Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Dunia Lain

Dulu aku sering berfantasi dan bertanya dalam hati, apakah kita, manusia ini adalah satu-satunya mahluk hidup yang ada di alam semesta ? Bayangkan saja, ambil segenggam pasir di pantai. Apakah kita bisa menghitung jumlah butiran pasir di genggaman kita ? Galaksi kita, BimaSakti (Milky Way) memiliki bintang yang jumlahnya lebih banyak daripada pasir di genggaman kita. Bila satu bintang memiliki satu tata surya saja, bayangkan berapa banyak planet yang mungkin ada di alam semesta ini. Apakah di antara miliaran atau bahkan trilyunan tata surya tersebut, tidak ada planet lain yang memiliki kehidupan seperti Bumi ?

Berikut beberapa planet yang sebenarnya adalah fiksi, tetapi bila ditinjau secara ilmiah, kemungkinan besar terdapat di ‘luar sana’, dan masing-masing memiliki kondisi alam dan spesies mahluk hidup yang unik satu sama lain.

Darwin IV

Darwin IV adalah planet (fiktif) yang mengorbit sepasang bintang kembar (binary star) dengan jarak sekitar 6.5 tahun cahaya dari bumi atau kurang lebih 9,46 trilyun km. Planet ini dipopulerkan oleh Wayne Barlowe melalui bukunya yg berjudul Expedition. Pada tahun 2005, Discovery Channel menayangkan program yang diangkat dari buku ini dengan judul Alien Planet, yang menggambarkan kondisi alam dan habitat mahluk hidup yang kemungkinan ada di planet tersebut.

Darwin IV adalah sebuah planet yang dulunya tertutup lautan yang luas seperti halnya Bumi kita. Namun, karena perubahan iklim yang drastis, ditambah lagi dengan gaya gravitasi yang lebih rendah, akhirnya sebagian besar air di Darwin IV menguap ke atmosfernya dan hanya menyisakan sekitar 10% dari lautan yang ada. Karena hanya memiliki sedikit lautan, maka mahluk hidup yang ada di planet ini harus mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang sebagian besar merupakan pegunungan, daratan tinggi dan savannah.

Kondisi iklim di planet ini kurang lebih sama dengan Bumi. Yang menarik, bila malam hari, permukaan planet seakan memancarkan cahaya beraneka warna. Cahaya ini berasal dari sejumlah mahluk hidup di Darwin IV yang memiliki kemampuan memancarkan cahaya (bioluminescence).

Berbeda dengan mahluk hidup di Bumi yang sebagian besar mengandalkan penglihatan lewat mata, spesies yang ada di Darwin IV mengembangkan kemampuan sonar atau echol location sebagai indera utamanya. Salah satu spesies mahluk hidup yang paling maju (dan mungkin paling menarik) di planet ini adalah Eosapien. Eosapien memiliki kecerdasan yang kurang lebih sama dengan Homo Erectus di Bumi. Mahluk ini memiliki tentakel yang fungsinya mirip dengan tangan manusia, mampu memanfaatkan benda-benda di sekelilingnya sebagai alat, dan memiliki kantong gas yang fungsinya mirip dengan balon udara, sehingga memungkinkan eosapien bergerak di udara dengan bebas.

Aurelia

Dulu kalo nggak salah, pernah kutulis di blog ini. Diangkat dari program TV Extraterrestrial yang disiarkan oleh National Geographic tahun 2005. Aurelia, adalah suatu planet (fiktif) yang mengorbit sebuah bintang kerdil merah (Red Dwarf) atau bintang tipe-M. Karena jaraknya yang demikian dekat dengan bintang induknya, maka planet ini akan ‘terkunci’ atau dengan kata lain, Aurelia tidak dapat berotasi pada sumbunya sendiri. Akibatnya, setengah dari planet ini akan terus-menerus menghadap bintangnya dan mengalami siang abadi, sebaliknya, sisi lainnya akan mengalami malam sepanjang masa.

 

Pada bagian yang menghadap bintangnya, permukaan Aurelia memperoleh cahaya secara konstan dan terdapat sebuah badai besar yang terjadi terus menerus dengan pusat/mata di titik yang memiliki tekanan udara paling rendah di planet ini atau daerah yang paling banyak menerima radiasi bintang induknya. Pada sisi lain yang tidak memperoleh cahaya, temperatur sangat rendah, dan hampir seluruh permukaannya tertutup es abadi.

Pada bagian planet yang berada di antara sisi terang dan gelap ini lah, di mana temperatur tidak terlalu panas atau terlalu dingin serta terdapat air (liquid water), kehidupan dapat ditemukan.

Salah satu mahluk hidup yang mendominasi permukaan Aurelia adalah Stinger Fans. Stinger Fans adalah spesies hewan yang memiliki kemampuan seperti tumbuhan, yaitu melakukan fotosintesis dengan memanfaatkan cahaya bintang induk sebagai sumber energi utamanya. Stinger Fans memiliki kemampuan bergerak yg terbatas untuk berpindah tempat demi memperoleh cahaya bintang yang dibutuhkannya.

Bersambung …… emoticon

September 10, 2009 - Posted by | Bhs Indonesia, Science and Technology

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: