Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Perlukah Fitur Komentar di Detik.com ?

Beberapa bulan lalu, detik.com menambah beberapa fitur pada websitenya untuk memungkinkan interaksi dengan pembaca terhadap berita-berita yg ditulisnya, antara lain fitur Komentar. Sebagai salah satu website yg paling sering diakses oleh pengguna internet setiap harinya, fitur ini umumnya disambut hangat oleh para pembaca detik.com yg umumnya berkisar pada pekerja kantoran, mahasiswa, pekerja TI sampai  masyarakat yg biasa surfing di warnet.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, semakin tampak bahwa fitur ini seringkali disalahgunakan oleh para pembaca berita. Fasilitas yg semestinya digunakan untuk kritik, saran atau tanggapan yg bersifat membangun malah dijadikan ajang hujat-menghujat. Memang, perbedaan antara kritik dan hujatan mungkin hanya setipis kertas, tetapi tentu saja kritik yg bersifat membangun tidak perlu dibarengi dengan hinaan terhadap seseorang atau sekelompok orang yg mungkin berseberangan dengan si pembaca.

Salah satu komentar yg berisi hujatan di detiksport.com 

Saat ini bila diperhatikan, ajang hujat-menghujat di fasilitas komentar detik.com sangat mudah ditemukan, hampir di semua jenis berita, mulai dari politik, kriminal, infotainment, teknologi dan tentu saja yg paling mencolok adalah di berita olahraga. Berhubung saya adalah salah satu pengakses setia detiksport, terutama sepakbola, kata-kata kotor, tak senonoh dll seringkali menjadi sarapan sehari-hari saya ketika membaca berita olahraga tiap pagi. Awalnya sih cuek, bahkan saya sering terkekeh-kekeh membaca komentar-komentar nyeleneh yg ada. Cuman makin lama komentarnya makin parah dan lucunya, kadang nggak nyambung dengan berita yg dikomentarin.

Pertanyaannya sekarang, kenapa komentar-komentar yg berisi kata-kata nggak pantas itu bisa nyelonong aja muncul setelah melewati proses moderasi detik.com ? Saya yakin anak SD aja bisa menilai komentar mana yg pantas dibaca dan mana yg nggak pantas dibaca orang, masa sih, moderator detik.com yg saya yakin lulusan sarjana ke atas nggak bisa ngebedain ? Terus apa dong fungsinya moderasi kalo komentar-komentar macam itu masih bisa masuk ?

No offense, but if you compare the comments in detik.com with another fav. Indonesian news website which also has comments feature (i don’t have to mention the website’s address), you’ll see the differences.

Jadi, kalo memang fitur komentar di detik.com cuman jadi ajang hujat-menghujat, lebih baik fitur ini dihilangkan aja atau dihentikan sementara. Tapi itu juga tergantung pihak detik.com, terutama moderatornya, yg kayaknya saat ini nggak berfungsi sama sekali menyaring komentar yg masuk. Atau jangan-jangan, yg ngirim komentar nggak bener dan nyeleneh malah moderatornya ? Semoga saja bukan emoticon.

February 25, 2008 - Posted by | Bhs Indonesia, IT, Thought and Opinion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: