Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Tiga Minggu Yg Luar Biasa

Puspiptek Sunset 

Jam 7 malam tadi Mori-san kembali lg ke Jepang setelah dua minggu bertugas di Indonesia. Dengan pulangnya Mori-san, selesai sudah masa tiga minggu yg paling meyibukkan buat gw. Ya, tiga minggu terakhir ini gw hampir tiap hari kerja, senin sampai sabtu, cuman minggu yang libur. Kalo dipikir-pikir lg, nggak cuman capek, gw juga banyak dapat pengalaman baru dalam tiga minggu terakhir ini. Mulai dari nginjak Bali buat pertama kalinya, punya banyak kenalan orang asing baru, nemanin orang asing hampir dua minggu lamanya, survey ke daerah gempa yg cuman makan waktu sehari, belajar radar, sampe ngobrol langsung sama menristek. Untuk yg terakhir ini, gw masih suka merinding kalo ingat, wong kepala BPPT aja gw blom pernah ketemu, tp gw udah malah bisa ketemu Pak Kus. Ngobrol berdua pula.

Gw baru tau kalo ternyata Pak Kus dan Pak Ilham (Kepala PUSPIPTEK) punya hobi yg nggak beda jauh dengan gw. Beliau-beliau ini suka datang diam-diam ke PUSPIPTEK di waktu luangnya, keliling-keliling pake mobil buat menikmati pemandangan di sana. Berarti anggapan gw selama ini emang nggak salah. Kadang kalo lagi libur, gw juga suka datang ke PUSPIPTEK buat sekedar melepas lelah dan menghilangkan rasa bosan setelah semingguan bekerja di Jakarta. Entah kenapa setelah dari sana, pikiran gw bisa segar lagi. PUSPIPTEK ibaratnya oasis di tengah gurun Serpong yg kering dan panas ^^.

Speaking about foreigners, i have known more and more of them, Goda-san, Koike Sensei and Kamimera-san. Nama yg terakhir ini mungkin yg paling akrab dgn gw. Maklum, usia kami nggak jauh beda, sama-sama suka yg namanya instrumen, punya keinginan yg sama untuk membuat instrumen baru yg blom pernah dibuat orang, dan juga sama-sama jomblo (hahah). Gw heran jg, ilmuwan jepang kok kayaknya banyak yg single yah ? Kalopun nikah, biasanya di atas 30 an. Jangan-jangan ntar gw kayak mereka lagi.

Serpong C-Band Radar 

BTW, pembangunan CDR (C-Band Radar) Serpong sudah selesai, walaupun masih ada beberapa hal yg perlu diselesaikan lg. Misalnya penebangan pohon di sekitar tower. Masalah penebangan pohon ini lumayan bikin pusing, soalnya pohon yg ditebang ini bukan pohon biasa, tapi pohon yg usianya sudah puluhan tahun. Menristek sampe harus turun tangan buat mengatasi masalah ini. Walaupun akhirnya dikasih ijin, penebangan nggak bisa dilakukan sesegera mungkin karena banyak hal, puasa misalnya. Radar juga untuk sementara nggak beroperasi karena dome yg bocor. So many troubles happeded. But at least there’s something we could learn from these experiences.

Sekarang, gw kembali lg ke kehidupan normal gw. Pergi ke kantor jam 9 (dua minggu terakhir gw selalu pergi jam 7), naik bis kota lagi (setelah selama ini diantar sopir), tp yg paling penting, gw bisa browsing di kantor lg.
 

September 26, 2007 - Posted by | Activity, Bhs Indonesia

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: