Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Nexus : The Jupiter Incident ~ The Review

-Bosan pake bahasa inggris emoticon

Melayang ….. di kehampaan angkasa yg misterius dan tak bertepi, mengembara dari tata surya yg satu tata surya yang lain, menjelajahi planet-planet asing dan jutaan asteroid raksasa hingga bertemu berbagai ras alien dan mahluk-mahluk aneh yg belum pernah kita lihat sebelumnya.

 

Apakah pernah terbersit hal di atas dalam pikiran anda ? Well, walaupun bukan dalam lingkup bidang keilmuan yang pernah saya pelajari, astronomi adalah salah satu ilmu yang sering menggelitik minat dan rasa ingin tahu saya. Benarkah planet kita satu-satunya planet dengan kehidupan di alam semesta ini ? Apakah di tempat lain di alam semesta ada planet atau mahluk hidup selain kita ? Kalau ada, bagaimana rupa planet dan mahluk-mahluk itu ? Dst … dst…

Itu sebabnya saya sangat suka berbagai hal berbau astronomi, kosmologi dll, walaupun hanya sebatas ingin tahu saja (setidaknya sampe saat ini). Mulai dari film-film scifi seperti Starwars, StarTrek, StarGate dan "star-star" yg lain . Dan tentu saja, karena saya termasuk maniak dalam hal game, sudah pasti game-game bertema space scifi menjadi salah satu game favorit saya.

Kali ini saya pingin kasih review dari salah satu game bertema space scifi yg jadi favorit saya (mungkin adalah game space scifi terbaik yg pernah saya mainkan). Sebenarnya ini bukan game baru, dirilis tahun 2004, tp sampe saat ini belum ada game space lain yg bisa mengambil hati saya setelah game ini.

——————————–

 

NEXUS : THE JUPITER INCIDENT

1. The Title

Judulnya emang rada aneh, saya sendiri nggak tau maksud sebenarnya dari "NEXUS" sampe saya mainkan misi terakhir dalam game ini. Kalo dilihat dari judulnya, kayaknya kejadian dalam game ini banyak berhubungan dengan planet Jupiter ya ? Sebenarnya nggak juga, justru inti cerita ini nggak ada hubungannya dengan planet Jupiter. "Jupiter Incidient" di sini hanyalah awal dari cerita selanjutnya yg jauh lebih seru dan menegangkan.

2. The Story

Menjelang akhir abad 21 yg dikenal sebagai era kolonisasi, manusia telah berhasil mengembangkan teknologi untuk menjelajahi tata surya dan membangun koloni di luar angkasa. Berbagai perusahaan raksasa berlomba-lomba menguasai setiap sudut tata surya dan mengembangkan teknologi yang lebih maju.

 

Marcus Cromwell adalah putra dari Richard Cromwell, manusia pertama yg lahir di luar angkasa. Di tahun yg sama dengan kelahiran Marcus, sebuah wormhole misterius ditemukan di sekitar planet Mars. Wormhole ini diduga merupakan jalan pintas menuju sisi lain dari galaksi. 10 tahun kemudian, sebuah misi besar-besaran dilakukan untuk menguak misteri dari wormhole tersebut. Sejumlah besar penduduk koloni di luar angkasa berencana untuk memasuki wormhole untuk mencari dunia baru. Richard Cromwell ditunjuk sebagai kapten dari Noah’s Ark, pesawat yang akan membawa rombongan memasuki wormhole tersebut.

Yang terjadi kemudian dikenal sebagai bencana luar angkasa terbesar dalam sejarah umat manusia. Pada saat Noah’s Ark memasuki wormhole, objek misterius itu tiba-tiba kolaps dan menghilang, bersama dengan pesawat angkasa yg memasukinya. Setelah pencarian tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Noah’s Ark, misi pun dianggap gagal total. Marcus kehilangan ayahnya bersamaan dengan hilangnya Noah’s Ark.

Setelah dewasa Marcus bergabung dengan akademi antariksa. Pada masa itu persaingan antar perusahaan raksasa semakin ketat dan meruncing. Konflik pun terjadi di mana-mana. Pada salah satu misinya, pesawat Marcus tertembak dan mengakibatkannya terdampar di angkasa planet Mars. Setelah beberapa saat mengalami "mati suri", Marcus ditemukan oleh sekelompok astronot dan dirawat. Setelah sembuh, Marcus menyadari bahwa perang telah usai dan telah banyak hal yg berubah semenjak kejadian yang terakhir dialaminya. Salah satu perusahaan, SpaceTech, merekrutnya sebagai kapten dari pesawat angkasa, Stiletto.

Pada salah satu misinya, Stiletto melakukan perjalanan untuk mengawal pesawat kargo dari Bumi menuju planet Jupiter. Di sinilah cerita Nexus dimulai. It’s started and will be remember as the Jupiter Incident …

Selama misinya di Jupiter, Marcus menemui banyak hal ganjil, mulai dari aktivitas rahasia dari sebuah sindikat, penemuan sebuah pesawat angkasa misterius yang diduga milik alien, penemuan sebuah wormhole yg serupa dengan yg pernah ditemukan di Mars, hingga kenyataan yang harus dihadapi Marcus ketika memasuki wormhole tersebut dan mengetahui nasib Noah’s Ark yang sebenarnya ……..

3. The Genre and Gameplay

Game ini rada unik. Sepintas seperti Real Time Strategy (RTS). Bedanya, kalo RTS biasanya ada elemen resource, jadi, pemain harus mengumpulkan sumber daya terlebih dahulu sebelum membangun unit yg diinginkannya. Nah, di Nexus, anda nggak perlu capek-capek ngumpulin resource, bikin unit dll. Unitnya udah ada, teknologinya udah ada, yg perlu anda lakukan adalah memilih unit dan konfigurasi yg ada, sisanya perang … perang dan perang (walaupun nggak selalu perang ). Karena ini game bertema space, unit-unit yg ada kebanyakan-bisa ditebak-adalah pesawat-pesawat luar angkasa.

 

Singkatnya, yg perlu anda lakukan di sini adalah mengatur konfigurasi armada pesawat luar angkasa yg anda miliki, seperti persenjataannya, mesinnya, generator, shield dll, lalu berperang melawan armada musuh. Sewaktu berperang, kontrolnya nggak terlalu beda dengan game-game RTS lainnya, pilih unit, klik kanan musuh, and so on. Karena gameplaynya yg rada unik itulah, developer game ini menyebut game ini sebagai "Tactical Fleet Simulator".

4. Graphics

Bagian yg paling seru dari game ini. Saya sudah pernah main beberapa game bertema space macam HomeWorld series, Earth Project dll, tapi menurut saya nggak ada yg bisa mengalahkan Nexus dalam hal ini. Buat yg pernah main Homeworld mungkin pernah terkagum-kagum dengan desain pesawat-pesawat luar angkasa macam "Pride of Hiigara" yg kayak bulan sabit itu. Di Nexus, desain pesawat luar angkasanya nggak kalah keren, mungkin lebih keren dan sangat futuristik. Jelas sekali perbedaan desain pesawat dari ras manusia dan ras alien.

 

Bicara soal efek dan realitas, game ini jg luar biasa. Kalo di game RTS biasa, unit-unit bergerak "semau gue", tinggal pilih unit, klik kanan suatu target, dan unit akan langsung bergerak ke target itu. Di Nexus, gerakan unit yg ada sangat dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran dari unit tersebut. Misalnya, pesawat-pesawat luar angkasa kecil akan sangat lincah meliuk-liuk di antara asteroid, sedangkan pesawat-pesawat raksasa yg lamban akan "berjumpalitan" terlebih dahulu untuk menghindari asteroid. Jadi anda terkadang harus bersabar untuk mengarahkan pesawat berukuran besar ke suatu target yg diinginkan. Dengan kata lain, efek inersia (ngomong fisika nih) seperti dalam kehidupan nyata, juga diperhitungkan dalam game ini dan ini sangat berpengaruh ketika anda berperang.

 

Efek negatifnya, buat pemain RTS sejati yg suka kecepatan akan menemukan kalo gameplay dari game ini terkadang sangat sangat lambat dan membosankan. Tapi tentu saja buat gamers yg perfeksionis dan suka hal-hal berbau scientific, hal ini bisa jadi hiburan tersendiri ketika bermain.

 

Satu lagi, efek grafis dalam game ini juga perlu diacungi jempol. Kilatan sinar laser, jejak roket pesawat, sampe pemandangan planet dan ruang angkasa yg sangat enak dilihat mata bisa kita temukan di sini. Yg paling keren tentu saja waktu perang. Kalau anda pernah melihat efek perang luar angkasa di film-film scifi, anda juga bakal menemukannya dalam game ini. Hujan sinar laser sampai ledakan-ledakan pesawat yg menyilaukan mata benar-benar kelihatan luar biasa. Apalagi kalo jumlah pesawat yang perang lebih dari 10, hehehe …. benar-benar perang luar angkasa paling brutal yg pernah saya lihat .

5. Sound and Music

Cuma ada beberapa game bertema space yg menurut saya punya kualitas suara dan musik yang pas dengan cerita yg diusungnya. Misalnya Homeworld 2 yg soundtracknya agak bernuansa kearab-araban. Nexus ? Lagi-lagi tidak kalah baiknya. Musik pada tiap misi dalam Nexus sedikit bernuansa mistis dan terkadang membuat saya merinding. Sangat cocok dengan lingkungan misi di luar angkasa yg memang penuh misteri.

 

Efek suara dari roket pesawat atau sinar laser terdengar realistis walaupun menurut saya nggak terlalu istimewa kalo dibandingkan game lainnya.

6. The Missions

Salah satu hal yg bikin saya betah main game ini adalah misi-misinya. Secara umum, misi di Nexus lebih banyak difokuskan untuk perang, tapi ada beberapa misi khusus yg lain dari pada yang lain. Salah satu yang jadi favorit saya adalah misi Stealth, alias Sneaking alias mengendap-endap memasuki wilayah musuh tanpa terdeteksi oleh pesawat lawan.

Dalam misi ini, pesawat kita diberi kemampuan kamuflase, jadi nggak akan kelihatan dalam radar musuh dengan konsekuensi pasokan energinya berkurang, shield dihilangkan, kecepatan jauh berkurang dll. Awalnya saya sempat frustasi jg, karena misi ini benar-benar sukar dan apapun bisa terjadi pada saat itu, benar2 seperti puzzle. Jadi misinya nggak melalu perang2an, kemampuan otak juga diuji di sini.

7. Conclusion

Salah satu game bertema space terbaik yg pernah saya mainkan. Kekurangan yg ada pada game ini adalah alur permainan yang lumayan lambat dan adanya beberapa bug yang lumayan mengganggu permainan. Misalnya pada salah satu misi, tiba-tiba saja game terhenti dan saya cuma bisa melongo melihat pesan error di layar. Untungnya setelah itu game berjalan normal hingga misi terakhir. Tapi tetap saja bagi saya game ini adalah salah satu terobosan dalam dunia game yg bertema space. Kalo dikasih skala 1-10, saya kasih nilai 9 untuk game ini emoticon.

June 19, 2007 - Posted by | Bhs Indonesia, Games

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: