Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Could you please tell me the meaning of “Happiness” ?

Pernahkah anda merasakan, hidup tanpa sesen rupiah pun di saku pakaian anda (nggak ada ATM atau kartu kredit jg tentunya) ?

Saya pernah mengalaminya beberapa kali. Pertama kali saya mengalaminya di Bandung. Datang jauh-jauh dengan segudang harapan untuk belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Ketika mengambil uang di salah satu ATM di daerah bandung wetan, uang saya "tertelan" oleh mesin ATM. Maksudnya, uang yang ingin saya tarik nggak keluar, tapi saldo saya berkurang. Karena saya ingin mengambil seluruh isi tabungan saya dan uangnya tertelan ATM, otomatis saldo tabungan saya hampir nggak bersisa. Padahal besok lusanya saya harus mengikuti ujian SPMB (waktu itu namanya masih UMPTN).

Anehnya, di saat-saat genting seperti itu, di mana saya cuman bisa beli tiga potong bala-bala (bakwan) untuk jatah makan saya selama dua hari, saya masih bisa belajar dengan tenang sebelum ujian. Rasa optimis datang entah dari mana dan saya merasa sangat nyaman dalam keadaan sulit itu. Waktu ujian pun pikiran jadi lebih jernih dan saya bisa melewati ujian dengan lancar dan akhirnya diterima di PT negeri pilihan saya.

Sekarang, saya sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri. Dari pekerjaan saya sekarang, bisa dibilang nggak ada istilah "kantong kering" lagi buat saya. Dan – bukannya bermaksud menyombongkan diri – beberapa saat lalu saya baru mendapatkan bonus proyek yg sangat besar dari perusahaan saya. Seumur hidup, baru kali ini saya memegang duit sebanyak itu dari hasil keringat sendiri.

Anehnya, dengan keadaan seperti sekarang, saya sama sekali nggak merasa gembira. Yah, senang sedikit sih, karena ini semua didapat dari usaha saya sendiri, tp selanjutnya …  saya nggak merasakan sesuatu yg istimewa. Yg muncul malah rasa bingung, akan saya apakan uang sebanyak ini ? Mau dibelanjakan apa ? Mau ditabung ? Atau apa ? Banyak pertanyaan yg muncul dalam kepala saya. Benak saya dipenuhi berbagai hal.

Kalo di kasih orang tua, mau brp banyak, ya ? Kalo dibelanjakan mau beli apa ? Terus gmn ntar ktar kalo abah (sebutan untuk ayah saya) pensiun tiba-tiba ? Keluarga saya di kampung harus bersandar pd siapa lg kalo bukan saya ? Oh iya, komputer saya yg rusak harus diperbaiki secepatnya, dan bla..bla..bla..lainnya..

Akhirnya yg muncul hanya rasa pusing dan ngantuk, ujung-ujungnya stress sendiri dan begitu sadar saya baru tau kalo barusan saya ketiduran pada saat jam kerja. Aneh bukan ? Banyak uang, tp yg datang malah beban pikiran. Coba bandingkan dengan cerita saya di awal tulisan ini, di saat saya nggak punya uang sepeser pun.

Kalo begitu, sebenarnya apa sih yg dimaksud dengan "kebahagiaan" itu ? Apakah itu uang ? Kekayaan ? Selama ini saya bekerja sebenarnya untuk apa ? Kenapa saya nggak bisa merasakan lagi "kebahagiaan" yg sama seperti pada saat saya nggak punya uang ?

Apa yg harus saya lakukan agar saya bisa merasakan "kebahagiaan" itu lagi ?

January 19, 2007 - Posted by | Thought and Opinion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: