Arba’in – The Fourth

Sci,Tech and Ent

Nexus – The Jupiter Incident

 

Dari pada ngomongin kerjaan yg bikin pusing, mendingan ngomongin soal game emoticon. Lagian udah lama banget nggak ngomongin game semenjak EE2 kemarin. So, sekarang gw pingin sedikit review dengan game yg akhir2 ini suka gw mainkan.

Game ini sebenarnya bukan game baru, keluarnya jg kalo nggak salah tahun 2004 kemarin. Nexus – The Jupiter Incident (namanya sama dgn merk USB flash gw emoticon), adalah salah satu game yg sebenarnya memiliki tipe dasar sebagai game Real-Time Strategy (RTS), tapi memiliki gameplay mirip dengan game simulator. Mungkin karena sebab itu, game ini punya tipe (genre) tersendiri  yg gw sendiri baru dengar: Tactical-Fleet Simulator (TFS).

 

Kalo diterjemahkan secara kasar sih artinya : Simulator-Armada Taktis.

Salah satu kemiripan TFS dang RTS adalah pemain diberi beberapa unit tertentu untuk menjalankan setiap misi, kalo di Nexus unit-unit ini berupa pesawat luar angkasa. Ini mungkin mirip dengan RTS seperti AOE (Age of Empires) atau EE (Empire Earth) yg biasanya berupa Villager. Bedanya adalah, kalo di RTS, pemain harus mencari resource supaya unit2nya (atau bangsanya) menjadi lebih kuat, sedangkan di TFS, pemain nggak perlu mikirin soal resource. Resource akan otomatis di dapat setiap pemain menyelesaikan setiap misi.

Terus apa miripnya dengan game simulator ? OK. Di sinilah yg membedakan Nexus dgn game RTS lain.

Sebenarnya gameplaynya nggak beda2 jauh dengan RTS, lu dikasih beberapa pesawat luar angkasa, lu tinggal ngatur strategi yg cocok buat mengendalikan pesawat2 itu. Bedanya, kalo di RTS, mungkin kita pernah mendengar sistem Hit and Run (forget), pilih unit2 yg ingin digunakan dengan mouse, terus klik kanan sasaran yg ingin dituju atau diserang. Setelah itu kita bisa tinggalkan unit2 tadi untuk mengurusi hal lain, misalnya mengupgrade pasukan atau mencari resource. Nah, kalo di Nexus, hal ini nggak selamanya berlaku.

Tiap unit di Nexus ditampilkan full-3D dengan 3rd person view, jd pemain bisa melihat apa yg terjadi dengan unit2 ini secara detil. Mulai dari gerakan pesawat, adegan perang dan lain2, semuanya ditampilkan dengan luar biasa detil. Pernah liat adegan perang angkasa luar di Film StarWars, StarTrek atau Babylon 5 ? Nah, kurang lebih seperti itulah tampilan yg diberikan dalam game ini. Pemain bebas menentukan sudut pandang yg dia inginkan lewat mouse.

 

Buat yg pernah main HomeWorld2 (salah satu RTS yg temanya jg perang luar angkasa) mungkin bakal bilang, "Ah, di homeworld 2 jg gitu tampilannya".

Sepintas memang sama, tp Nexus lebih unggul dr segi realitas. Di Nexus, faktor2 yg berbau fisika seperti inersia,  benar-benar diperhatikan. Mulai dari Fighter berukuran kecil yg lincah bergerak sampe Battle Cruiser dengan panjang 1 mil yg lamban. Kalo pesawat2 kecil umumnya lincah bergerak, pesawat2 raksasa ini tidak bisa seenaknya berubah arah. Untuk berganti haluan, pesawat ini harus berhenti sejenak, menyalakan roket pendorong di depan dan samping pesawat untuk bisa berputar. Intinya, tiap unit di game ini ikut dipengaruhi gejala fisis yg sama dgn yg sebenarnya bila berada di luar angkasa emoticon. Itulah sebabnya, taktik Hit and Run nggak terlalu berguna di sini, setiap saat kita harus mengamati kejadian yg terjadi pada masing2 unit. Ukuran tiap unit benar2 berpengaruh waktu terjadi perang. Walaupun punya pesawat besar dengan fire power besar, kita bisa kalah cuman gara2 pesawat kita lamban dan telat muter di asteroid emoticon.

 

Kedengarannya memang mebosankan kalo kita harus tetap ngeliat pesawat2 kita setiap saat. Nah, disini kelebihan Nexus yg lain yg mungkin blom pernah gw liat di game lain. Grafisnya luar biasa bagus. Gerakan2 pesawat (biasanya pesawat yg besar2) waktu muter2 berubah arah, benar2 enak diliat. Apalagi kalo pas perang di padang asteroid, wuih, keren banget. Pesawat2 tempur kecil melesat ke sana sini, sementara yg pesawat besar sibuk berganti arah buat bisa menembakkan laser secara tepat sambil menghindari tubrukan dengan asteroid, sinar laser ada di mana-mana. Kalo VGA Card yg kita pake bagus, pemandangan yg terlihat benar2 seperti film perang luar angkasa beneran. Animasi laser, ledakan sampe jejak roket pesawat atau atmosfer planet benar2 terlihat seperti asliemoticon.

Tapi yg namanya game jg nggak lepas dr kelemahan. Buat orang yg benar2 doyan game strategi sejati, game ini pasti tetap membosankan walaupun grafisnya bagus. Lagian, menurut beberapa sumber di internet, game ini banyak mengandung bugs, dimana kalo game ini dijalankan pada komputer dengan tipe motherboard atau VGA card tertentu, gamenya bakalan mebuat window crash (walaupun gw pribadi jg blom pernah ngalamin hal serupa selama main game ini).

Gw pribadi suka game ini karena selain IT, astronomi adalah salah satu hal yg paling menarik buat gw. Kalo main game ini, kita bisa melihat panorama planet2 yg selama ini jarang di-ekspose, misalnya Jupiter atau Pluto. Bayangkan, kalo ternyata di alam semesta ini masih banyak tata surya lain yg isinya planet2 mirip Bumi dan ada mahluk lain dengan intelegensia yg lebih tinggi dr manusia. Karena kualitas grafis yg bagus, kita benar2 serasa berada di dunia lain yg benar2 asing, belum lagi musiknya yg bernuansa rada ‘mistis’, cocok banget kalo main game ini malam2 emoticon.

Kelemahan lain game ini adalah tidak adanya fasilitas untuk random game (skirmish) seperti yg ada di game2 RTS pd umumnya. Emang sih ada mod2 bawaan game supaya pemain bisa memainkan tema selain campaign yg ada, cuman mod2 ini bukan dibuat untuk memainkan game dengan tema sebebas yg kita inginkan.

Terlepas dr tidak adanya fasilitas skirmish, alur cerita campaign yg ada di game ini benar2 asik buat diikuti. Kita di ajak mengembara di pinggiran tata surya, masuk ke wormhole dan tiba2 keluar di tata surya lain yg benar2 asing, sampe perang dengan alien-alien dan AI dr dunia lain. Misinya mulai dari perang terbuka, sampe mengendap2 ke stasiun luar angkasa musuh di balik ribuan asteroid raksasa. Buat yg maniak game2 bertema space dan blom pernah main game ini, gw yakin pasti bakal ketagihan kalo udah main Nexus emoticon.

July 18, 2006 - Posted by | Games

2 Comments »

  1. Kyknya mirip mirip Starmagedon ya ?, jadi pingin coba.., butuh vga berapa tuh ?, processor 1.7 dan RAM 512 kuat nggak ?

    Comment by sibadu | July 20, 2006 | Reply

  2. VGA minimal 128 mb, Procesor 1GB keatas, RAM 256 ke atas

    Comment by A3 | July 20, 2006 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: